TRANSPORTATION
MANAGEMENT
TUGAS PERTAMA
11 AGUSTUS 2016
NIM : 16.2402
KELAS : L
PRODI : S-1 HOSPITALITY
SEKOLAH
TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO YOGYAKARTA
2016/2017
“STRADDLING BUS
(TBS)”
Kemacetan
menjadi salah satu hal yang sangat di perhatikan oleh semua negara maju ataupun
berkembang. Dalam mengatasi kemacetan Cina di bantu oleh salah satu perusahaan
swasta Shenzhen Hashi Future Parkir
Equipment Co. Membuat sarana transportasi umum bernama Straddling Bus.
Transportasi bus ini dapat berjalan di atas mobil umum, khusus bagi kendaraan
dengan ketinggian 4-4,5 meter, sehingga memungkinkan kendaraan lainnya dapat
berjalan seperti di bawah jembatan layang. Alat sensor yang di miliki Straddling
Bus juga berfungsi untuk memindahkan kendaraan besar seperti truk atau bus yang
terlalu dekat dengan transportasi ini. Di perkirakan dengan adanya Straddling
Bus maka kemacetan akan berkurang 25 hingga 30 persen. Kecepatan Straddling Bus
mencapai 40 km per jam. Selain itu Bus tersebut dapat menampung 1.200
penumpang. Tentunya hal ini menjadi inspirasi beberapa negara termasuk
Indonesia.
1.
Seandainya
TBS di Terapkan Di Yogyakarta sebutkan:
a. Kendala/hambatan
b. Dampak terbesar
untuk bidang Ekonomi dan Pariwisata
Jawaban:
KENDALA/HAMBATAN
1. Tingginya
Mobilitas masyarakat setempat.
Hal ini menjadi salah satu hambatan
untuk menerapkan TBS karena masih besarnya keegoisan masyarakat, masyarakat
masih belum bisa terlepas dari Kendaraan pribadi yang menurut masyarakat lebih
menguntungkan dan menghemat waktu dan biaya di banding menggunakan fasilitas
transportasi dari pemerintah. Tingginya rasa Gengsi untuk menggunakan
transportasi umum juga menjadi faktor mengapa masyarakat lebih memilih menggunakan
kendaraan pribadi. Hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah
tentunya.
2. Dana pengadaan
Fasilitas transportasi yang tidak mencukupi.
Kurangnya dana untuk membangun fasilitas
transportasi umum yang memadai menjadi faktor sulitnya melaksanakan program
pembangunan TBS ini di kota Yogyakarta. Tentu dana yang di perlukan pemerintah
daerah tidak sedikit melihat begitu canggih dan modern nya transportasi ini,
Untuk membuat satu unit TBS pun mungkin akan sulit untuk di lakukan karena
faktor besar yang menghadang yaitu Dana pengadaan.
3.
Kurangnya
kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas sarana dan prasarana
Transportasi.
Hal ini sudah pasti sering terjadi,
Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga,memelihara dan melindungi
sarana transportasi yang disediakan pemerintah menjadi pertimbangan besar
pemerintah setempat untuk membuat transportasi baru yang lebih modern. Mengapa?
Pemerintah setempat telah berupaya untuk mencukupi transportasi kota tetapi
banyaknya masyarakat yang tidak ikut memelihara transportasi tersebut sehingga
pemerintah pasti memikirkan lagi jika ingin membuat transportasi modern lain.
DAMPAK TERBESAR
DI BIDANG EKONOMI
Dampak Positif :
1.
Dengan
di terapkannya TBS mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi daerah, karena
membuka peluang kegiatan perdagangan yang ada di daerah yogyakarta. Hal ini
karena cepatnya akses yang di gunakan sehingga proses perdagangan juga akan
semakin cepat. Dengan adanya Transportasi yang cepat maka membuka jalan
komunikasi antar daerah atau tempat sehingga terjadi aliran barang dan jasa
sebagai modal bagi daerah untuk terus berkembang.
2.
Mengurangi
penggunaan atau konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh masyarakat setempat,
Tingginya kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat memperparah kondisi krisis
ekonomi dunia dan ketika hal itu terjadi maka hal ini akan mempengaruhi
kelangkaan BBM di pasaran yang kemungkinan akan mempengaruhi harga BBM di
pasaran dan berdampak besar terhadap masyarakat setempat. Jadi penerepan TBS di
Yogyakarta tentunya sangat berdampak besar terhadap konsumsi BBM karena apabila
Masyarakat pengguna Kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum
tentunya hal ini dapat menghemat konsumsi BBM dan tentu mempengaruhi
perekonomian kota.
3.
Meningkatkan
pendapatan daerah dengan pemasukkan yang di dapatkan dari penggunaan jasa TBS.
Dampak Negatif:
1.
Dengan
di terapkannya TBS di kota yogyakarta maka kemungkinan besarr masyarakat
setempat akan lebih memilih menggunakan transportasi modern dibandingkan
menggunakan transportasi lain seperti Becak atau Delman untuk mencapai tempat
tujuannya, Mengingat menggunakan TBS akan lebih cepat dan lebih efektif. Tetapi
hal ini juga menimbulkan kemungkinan besar bertambahnya angka pengangguran dan
kemiskinan di kota Yogyakarta. Mengapa? Karena kurang atau hilangnya mata
pencarian para penarik becak atau delman.
DAMPAK TERBESAR DI BIDANG PARIWISATA
Dampak Positif :
1.
Mempermudah
dan mempercepat perjalanan seseorang atau wisatawan dari satu tempat ke tempat
yang lain karena mudahnya akses yang di dapatkan sehingga waktu untuk
berkunjung ke tempat-tempat wisata lain yang yang ada di Yogyakarta dan
sekitarnya lebih banyak. Contohnya: Wisatawan dapat mengunjungi dua atau lebih
tempat wisata dalam satu hari karena waktu dalam menempuh perjalanan yang cepat.
2.
Daerah
lebih menjadi terkenal baik di kalangan daerah sekitar,negara, maupun
internasional,yang tentunya akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan
mencoba menggunakan transportasi modern ini.
Dampak Negatif:
1.
Kurangnya
ketertarikan masyarakat untuk menggunakan Transportasi Tradisional yang
sebetulnya juga menjadi suatu akses wisata yang baik untuk terus mengembangkan
budaya tradisional. Seperti yang kita ketahui bahwa Delman menjadi salah satu
transportasi tradisional yang sudah ada sejak lama dan menjadi identitas kota
Yogyakarta, dengan di terapkannya penggunaan TBS otomatis akan mengurangi minat
wisatawan untuk menggunakan transportasi tradisional ini yang menurut saya
Delman juga menjadi sarana wisata yang unik dan tentunya dapat menarik minat
pengunjung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar