Selasa, 06 Juni 2017

ANALISIS STRADDLING BUS(TBS)



TRANSPORTATION MANAGEMENT
TUGAS PERTAMA
11 AGUSTUS 2016


                                                  NAMA : ANDI ELA APRILIA B.
NIM      : 16.2402
KELAS : L
PRODI  : S-1 HOSPITALITY


SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO YOGYAKARTA
2016/2017



“STRADDLING BUS (TBS)”

Kemacetan menjadi salah satu hal yang sangat di perhatikan oleh semua negara maju ataupun berkembang. Dalam mengatasi kemacetan Cina di bantu oleh salah satu perusahaan swasta Shenzhen Hashi Future Parkir Equipment Co. Membuat sarana transportasi umum bernama Straddling Bus. Transportasi bus ini dapat berjalan di atas mobil umum, khusus bagi kendaraan dengan ketinggian 4-4,5 meter, sehingga memungkinkan kendaraan lainnya dapat berjalan seperti di bawah jembatan layang. Alat sensor yang di miliki Straddling Bus juga berfungsi untuk memindahkan kendaraan besar seperti truk atau bus yang terlalu dekat dengan transportasi ini. Di perkirakan dengan adanya Straddling Bus maka kemacetan akan berkurang 25 hingga 30 persen. Kecepatan Straddling Bus mencapai 40 km per jam. Selain itu Bus tersebut dapat menampung 1.200 penumpang. Tentunya hal ini menjadi inspirasi beberapa negara termasuk Indonesia.
 



1.   Seandainya TBS di Terapkan Di Yogyakarta sebutkan:
a.    Kendala/hambatan
b.   Dampak terbesar untuk bidang Ekonomi dan Pariwisata


Jawaban:

KENDALA/HAMBATAN

1. Tingginya Mobilitas masyarakat setempat.
Hal ini menjadi salah satu hambatan untuk menerapkan TBS karena masih besarnya keegoisan masyarakat, masyarakat masih belum bisa terlepas dari Kendaraan pribadi yang menurut masyarakat lebih menguntungkan dan menghemat waktu dan biaya di banding menggunakan fasilitas transportasi dari pemerintah. Tingginya rasa Gengsi untuk menggunakan transportasi umum juga menjadi faktor mengapa masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah tentunya.


2. Dana pengadaan Fasilitas transportasi yang tidak mencukupi.
Kurangnya dana untuk membangun fasilitas transportasi umum yang memadai menjadi faktor sulitnya melaksanakan program pembangunan TBS ini di kota Yogyakarta. Tentu dana yang di perlukan pemerintah daerah tidak sedikit melihat begitu canggih dan modern nya transportasi ini, Untuk membuat satu unit TBS pun mungkin akan sulit untuk di lakukan karena faktor besar yang menghadang yaitu Dana pengadaan.

3.   Kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas sarana dan prasarana Transportasi.
Hal ini sudah pasti sering terjadi, Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga,memelihara dan melindungi sarana transportasi yang disediakan pemerintah menjadi pertimbangan besar pemerintah setempat untuk membuat transportasi baru yang lebih modern. Mengapa? Pemerintah setempat telah berupaya untuk mencukupi transportasi kota tetapi banyaknya masyarakat yang tidak ikut memelihara transportasi tersebut sehingga pemerintah pasti memikirkan lagi jika ingin membuat transportasi modern lain.

DAMPAK TERBESAR DI BIDANG EKONOMI
Dampak Positif :
1.   Dengan di terapkannya TBS mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi daerah, karena membuka peluang kegiatan perdagangan yang ada di daerah yogyakarta. Hal ini karena cepatnya akses yang di gunakan sehingga proses perdagangan juga akan semakin cepat. Dengan adanya Transportasi yang cepat maka membuka jalan komunikasi antar daerah atau tempat sehingga terjadi aliran barang dan jasa sebagai modal bagi daerah untuk terus berkembang.
2.   Mengurangi penggunaan atau konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh masyarakat setempat, Tingginya kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat memperparah kondisi krisis ekonomi dunia dan ketika hal itu terjadi maka hal ini akan mempengaruhi kelangkaan BBM di pasaran yang kemungkinan akan mempengaruhi harga BBM di pasaran dan berdampak besar terhadap masyarakat setempat. Jadi penerepan TBS di Yogyakarta tentunya sangat berdampak besar terhadap konsumsi BBM karena apabila Masyarakat pengguna Kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum tentunya hal ini dapat menghemat konsumsi BBM dan tentu mempengaruhi perekonomian kota.
3.   Meningkatkan pendapatan daerah dengan pemasukkan yang di dapatkan dari penggunaan jasa TBS.

Dampak Negatif:

1.   Dengan di terapkannya TBS di kota yogyakarta maka kemungkinan besarr masyarakat setempat akan lebih memilih menggunakan transportasi modern dibandingkan menggunakan transportasi lain seperti Becak atau Delman untuk mencapai tempat tujuannya, Mengingat menggunakan TBS akan lebih cepat dan lebih efektif. Tetapi hal ini juga menimbulkan kemungkinan besar bertambahnya angka pengangguran dan kemiskinan di kota Yogyakarta. Mengapa? Karena kurang atau hilangnya mata pencarian para penarik becak atau delman.

DAMPAK TERBESAR DI BIDANG PARIWISATA
Dampak Positif :
1.   Mempermudah dan mempercepat perjalanan seseorang atau wisatawan dari satu tempat ke tempat yang lain karena mudahnya akses yang di dapatkan sehingga waktu untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata lain yang yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya lebih banyak. Contohnya: Wisatawan dapat mengunjungi dua atau lebih tempat wisata dalam satu hari karena waktu dalam menempuh perjalanan yang cepat.

2.   Daerah lebih menjadi terkenal baik di kalangan daerah sekitar,negara, maupun internasional,yang tentunya akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan mencoba menggunakan transportasi modern ini.


Dampak Negatif:

1.   Kurangnya ketertarikan masyarakat untuk menggunakan Transportasi Tradisional yang sebetulnya juga menjadi suatu akses wisata yang baik untuk terus mengembangkan budaya tradisional. Seperti yang kita ketahui bahwa Delman menjadi salah satu transportasi tradisional yang sudah ada sejak lama dan menjadi identitas kota Yogyakarta, dengan di terapkannya penggunaan TBS otomatis akan mengurangi minat wisatawan untuk menggunakan transportasi tradisional ini yang menurut saya Delman juga menjadi sarana wisata yang unik dan tentunya dapat menarik minat pengunjung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar